2013/04/11

cara terbaik dalam beribadah dan pengorbanan #KhotbahJumat #FridaySermon #FSS20130329

Gambar diambil alislam.org.
SAMBIL menunggu terjemahan dari summary khotbah jumat minggu lalu, berikut ini, saya postingkan petikan dari terjemahan summary dua minggu sebelumnya, khotbah jumat tanggal 29 Maret 2013.

Link: «alislam.org (1)» & «alislam.org (2)». Judul: «Mempelajari cara ibadah dan pengorbanan terbaik». Publisher: «Alislam.org». Waktu rilis: {4-Apr-2013}. Akses: {4-Apr-2013}

Selamat menikmati.


INILAH kutipan khotbah Jumat Ḥuḍūr (Sayyidinā Ḥaḍrat Amīrul Mu'minīn Khalīfatu'l-Masīḥ V Mirzā Masrūr Aḥmad) tanggal 29 Maret 2013.

“Cara terbaik dalam beribadah dan pengorbanan” menjadi topik dalam khotbah jumat yang Ḥuḍūr atba. sampaikan di mesjid Baiturrahman Valencia, Spanyol.

Khotbah ini disiarkan live oleh Muslim TV Ahmadiyya, maupun streamingnya via http://MTA.tv.

Di awal khotbah, usai melafazkan dua kalimah syahadat, tasyahud, ta’awudz, dan QS al-Fātiḥah, Ḥuḍūr atba. menilawatkan QS [al-Baqarah] 2:128—129.

“Dan ingatlah waktu ketika Ibrahim dan Ismail meninggikan pondasi rumah tersebut.

“Sambil berdoa, ‘Ya Tuhan kami, terimalah ini dari kami sebab Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami taat kepada Engkau dan jadikanlah dari keturunan kami orang-orang yang taat kepada Engkau.

“Dan tunjukkanlah kepada kami tata cara ibadah kami.

“Dan terimalah taubat kami karena Engkau Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.” Alḥamdu li'l-Lāh, kita telah diberi taufik untuk membangun mesjid kedua kita di Spanyol.

Sekitar tujuh tahun lalu, di mesjid Basyarat Pedroabad, Ḥuḍūr atba. menekankan pentingnya pendirian mesjid lain di Spanyol.

Pada waktu itu ditetapkan bahwa mesjid berikutnya akan dibangun di Valencia.

Meskipun jumlah Ahmadi di wilayah tersebut sekitar 130 orang tapi pentingnya membangun mesjid kedua di Spanyol ini adalah karena kepentingan sejarah tempat tersebut.

Jemaat Ahmadiyah telah diberi taufik untuk mendirikan mesjid ini di Spanyol setelah jarak 30 tahun.

Dalam jangka waktu tersebut, banyak muslim yang telah datang ke Spanyol dan mereka telah membangun mesjid-mesjid.

Kesempatan ini terbuka bagi mereka dengan dibangunnya mesjid Basyarat.

Sungguh, Jemaat Ahmadiyah diberi taufik untuk mendirikan mesjid di Spanyol setelah tujuh ratus tahun.

Saat ini jumlah umat Islam di Spanyol sekitar satu juta.

Diperkirakan pada 2030 akan ada peningkatan sebesar delapanpuluh persen. Populasi muslim bisa mencapai dua juta.

30 tahun yang lalu hanya ada beberapa ribu umat Islam di Spanyol.

Sebagian besar umat Islam di Spanyol berasal dari Afrika Utara.

Di Spanyol terdapat komunitas-komunitas Islam Spanyol yang telah berusia ratusan tahun.

Mereka dipaksa masuk Kristen, tapi secara sembunyi-sembunyi mereka tetap pada keyakinan mereka.

Kini mereka telah kembali kepada Islam.

Dengan karunia Allah ada banyak umat Islam di Spanyol.

Peningkatan ini diprakarsai melalui jemaat Ahmadiyah.

Bagaimanapun, Islam sejati hanya bisa dilihat di Spanyol.

Para khadim Almasih Muhammadi memahami betapa bernilainya diri mereka.

Kita akan ditarik untuk menyebarkan pesan tersebut kepada setiap orang di negeri tersebut.

Sebagian mungkin berkata terlalu sedikit Ahmadi di sini.

Bagaimana mereka bisa menyampaikan pesan tersebut kepada setiap orang?

Bagaimanapun ketika seseorang sudah bertekad dan teguh, kemudian melakukan suatu usaha, ini bisa dilakukan.

Selalu dibuat rencana mengenai hal ini tapi tidak dijalankan.

Rencana yang diberikan oleh Markaz atau Ḥaḍrat Khalīfatu'l-Masīḥ atau sebelum beliau—Ḥaḍrat Khalīfatu'l-Masīḥ IV r.a.—tidak dijalankan.

Lokasi mesjid Basyarat dekat dari jalan raya yang menuju Cordoba.

Seandainya strategi tersebut dijalankan, Jemaat pasti sudah bisa diperkenalkan dari sana.

Beberapa Jemaat lain, walau berjumlah sedikit, telah menyebarkan pesan kita kepada banyak orang melalui selebaran.

Banyak orang luar yang datang untuk melihat mesjid Basyarat.

Seandainya pekerjaan ini dilakukan dengan ghairat dan semangat, tentu sudah bisa dilakukan pengenalan.

Jika golongan Muslim lainnya bisa membawa kembali “orang Spanyol yang dulunya Muslim” kepada Islam, bagaimana bisa syiar Islam sejati kita tidak mencapainya?

Sungguh, kita membuka jalan untuk hal ini, tapi tidak menggunakan jalan ini dengan ghairat dan semangat semestinya.

Sementara yang lain memanfaatkannya.

Pengurus Jemaat Spanyol setiap level harus memahami tanggung jawab mereka. Membuat target serta berusaha dan mencapainya.

Gambaran Islam sejati yang kita sampaikan perlu disebarkan di dunia dewasa ini.

Orang-orang kelompok yang awalnya muslim perlu dibuat maklum, saatnya “membalas kekejian” yang dilakukan kepada nenek moyang mereka.

Tapi, pembalasan tidak boleh dilakukan dengan kekerasan.

Sebab Islam mengajarkan: tidak boleh ada paksaan dalam agama. (QS 2:257)

Tuhan menyatakan, permusuhan siapa pun hendaknya tidak mendorong kita untuk berlaku tidak adil.

“Selalulah berlaku adil, itu lebih dekat kepada ketakwaan.” (QS 5:9)

Hanya takwa yang membawa seseorang dekat kepada Tuhan.

Juga di sini tidak ada masalah permusuhan.

Orang-orang ini adalah orang sebangsa dan merekalah yang berkewajiban menyampaikan pesan cinta dan perdamaian.

Kita perlu memberitahu mereka untuk lebih dahulu mempraktekkan ajaran Islam yang indah.

Kemudian, “membalas” demi masa lalu dengan memenangkan hati melalui ajaran yang indah ini.

Hati yang dipaksa untuk syirik kepada Tuhan harus ditanami dengan kecintaan kepada keesaan Tuhan dan Muhammad saw. sebagai Rasul-Nya.

Sifat Kasih Sayang-Nya mengungguli semua sifat lainnya.

Kecintaan kepada Allāh dan rasul-Nya yang merupakan raḥmatan li'l-‘Ālamīn (rahmat bagi seluruh alam).

Komunitas muslim “tua” ini harus dicari.

Kecintaan kepada agama yang benar harus dinyalakan kembali dalam diri mereka.

Mereka harus diubah menjadi mubaligh-mubaligh yang sukses.

Alasan Ḥuḍūr atba. memilih Valencia sebagai lokasi mesjid adalah karena kesejarahan Spanyol.

Sejarah Spanyol mencatat, saat raja dan ratu memaksa umat Islam secara keji agar masuk agama Kristen.

Valencia adalah tempat di mana bahasa Arab terus digunakan walau ada penganiayaan.

Umat Islam di Valencia tetap beriman kepada Tuhan dan mempertahankan ajaran mereka.

Umat Islam Spanyol lainnya, pada waktu itu tidak menyatakan keyakinan mereka secara terbuka.

Raja memutuskan untuk mengusir umat Islam dari Spanyol pada tahun 1600an.

Umat Islam di Valencia adalah yang pertama dibuang karena mereka berusaha menjalankan keyakinan mereka.

Umat Islam Spanyol pada waktu itu lemah secara ekonomi.

Secara perlahan mereka telah dikeluarkan dari kota-kota besar dan tercerai-berai.
Penguasa lain dari Italia pernah memerintah Spanyol.

Pasukan Italia melakukan kekejian dan kemudian mengusir sebagian muslim dewasa.

Mereka mengirim anak-anak mereka kepada keluarga-keluarga Kristen.

Mereka membesarkannya sebagai pekerja dan budak.

Anak-anak itu dilarang menyembah Tuhan yang Esa.

Mereka dipaksa untuk mengikuti paham trinitas.

Sekarang ini adalah tugas kita untuk menjadikan mereka penyembah Tuhan yang Esa kembali.

Kita juga perlu menyampaikan pesan ini kepada yang lain karena kecintaan kepada kemanusiaan.

Usaha ke arah ini harus dilakukan secara khusus di daerah ini sebab di sini Islam ditegakkan sampai akhir.

Di sini, umat Islam tidak diusir tujuh abad yang lalu tapi pengusiran di sini terjadi 4 abad yang lalu.

Kemunduran dan kejatuhan umat Islam terjadi karena ketamakan dan persekongkolan mereka sendiri.

Khalifah maupun raja di Spanyol tidak menghormati tanggungjawabnya.

Para pemuka masyarakat pun bertindak serupa.

Setiap orang telah menciptakan kelompoknya sendiri.

Ini berakibat pada timbulnya kepentingan pribadi.

Kini khilāfat Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. telah tegak.

Menjadi tugas para pengikutnya untuk menegakkan kembali kemuliaan yang hilang.

Kita perkenalkan sekali lagi kepada mereka tentang syahadat “Lā ilāha illa'l-Lāhu wa anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh”.

Allah telah memberi taufik kepada kita untuk membangun mesjid di Valencia ini.

Kita mendapatkan tempat yang paling cocok untuk tujuan ini.

Mesjid ini terletak di pusat dan dapat dilihat dari jalan raya.

Dengan karunia Tuhan, ini adalah daerah yang terhormat dan kita punya tetangga yang baik.

Kita hendaknya tidak hanya merasa gembira bahwa kita telah membangun sebuah mesjid indah lain di Spanyol.

Kira harus mengintrospeksi diri, standar ibadah harus diperhatikan, dan kewajiban-kewajiban harus diperhatikan.

Petikan «QS 2:128—129» yang ditilawatkan di awal khotbah menggambarkan cara yang indah di dalam mendirikan rumah Tuhan.

Ḥaḍrat Ibrahim-dan-Ismail a.s. telah mengajarkan kita untuk memenuhi kewajiban-kewajiban setelah membangun rumah Tuhan.

Itu perlu direnungkan supaya dalam keturunan kita nanti, akan lahir orang-orang yang akan menghormati hak-hak Tuhan.

Ayat tersebut berisi doa-doa yang Hadhrat Ibrahim as. panjatkan ketika mendirikan dinding Ka’bah.

“Ya Tuhan kami, terimalah ini dari kami; sebab Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’”

Setelah bertahun-tahun pengorbanan sang ayah, anak, dan istri beliau, mereka tidak berdoa dengan cara seperti ini:

“Ya Allah, kami terus berkorban di jalan-Mu untuk waktu yang sangat lama dengan mengikuti perintah-perintah-Mu. Adalah hak kami Engkau menerima setiap pengorbanan kami dan memberikan kemudahan kepada kami.”

Ini bukanlah praktek jemaah Ahmadiyah, tapi umat Islam lain cenderung mengumumkan dengan bangga setiap pengorbanan kecil.

Tetapi, contoh yang telah Allah gambarkan melalui nabi-Nya ini adalah, sang anak siap untuk dikorbankan.

Dan sang ayah siap untuk mengorbankan anaknya yang lahir di usia senja sang ayah.

Kemudian dia meninggalkan istri dan anaknya di padang belantara.

Akhirnya, tiba saat ketika pengorbanan istri dan anaknya ini diterima dan mereka diberi rezeki.

Ketika Ka'bah dibangun, Ḥaḍrat Ibrahim-dan-Ismail a.s. menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk meramaikan rumah Tuhan.

Meramaikannya itu adalah dengan orang-orang beriman yang akan menghormati hak-hak ibadah kepada Tuhan.

Orang-orang beriman yang akan membawa ibadah kepada-Nya ke standar tertinggi.

Orang-orang ini membangun baitullah atas perintah Tuhan, kerendahan hati, dan kecintaan mereka kepada Tuhan.

Sedemikian rupa, sehingga mereka memohon kepada-Nya untuk menerima pengorbanan mereka.

Inilah pelajaran pengorbanan: melakukan pengorbanan kemudian berpaling kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati; berdoa kepada-Nya untuk menerima pengorbanan yang telah dilakukan.

Inilah harapan dan doa Ḥaḍrat Ibrahim-dan-Ismail a.s. yang menarik perhatian kita.
Kita adalah pengikut seseorang hamba yang patuh serta cinta kepada Rasulullah saw..

Hamba itu diberi pangkat “Ibrahim zaman sekarang” oleh Allāh.

Hamba itu yang membangun kembali dinding-dinding iman.

Ialah yang memoles keindahan Islam dan menampilkannya kepada dunia dengan segala keagungannya.

Sedemikian rupa, sehingga para non muslim berkata “Jika ini Islam, kami menarik kembali perkataan kami terhadap Islam.”

Sekarang, tujuan didirikannya Ka’bah telah dipenuhi melalui sang Ibrahim “ini” dan keindahan nur ajaran Islam dizahirkan kepada dunia.

Setiap mesjid kita harus menjadi saksi penyempurnaan tujuan tersebut.

Mesjid di Valencia yang telah diberi nama BaiturRahman ini, pun merupakan sebuah lambang untuk mencapai tujuan tersebut.

Sementara mesjid ini menarik perhatian kita untuk berpaling kepada tujuan-tujuan kita dengan kerendahan hati, ini juga menarik perhatian kita untuk memenuhi sumpah dan tanggungjawab-tanggungjawab kita. Barulah kita bisa mencapai tujuan kita.

Kita menyatakan, “Hai Almasih Muhammadi, pecinta sejati Rasulullah saw.. Kami telah bersumpah kepadamu bahwa kami akan mengutamakan agama di atas masalah-masalah dunia dan akan menyebarkan tauhid.

“Pembangunan mesjid ini akan menarik perhatian dunia kepada Islam dan jalan-jalan tabligh akan terbuka.

“Dengan memenuhi tuntutan tersebut dan menggunakan semua kemampuan kami, kewajiban kami yang paling utama adalah menegakkan tauhid dan membawa orang-orang di negara ini ke bawah bendera Rasulullah saw..

“Ya Allah, Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dengarkan lah doa-doa kami dan berilah kami taufik untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kami.

“Jadikanlah mesjid ini sumber untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut yang merupakan tujuan membangun rumah-Mu.

“Engkau Maha Mengetahui. Engkau mengetahui kelemahan-kelemahan kami. Kabulkanlah doa kami dan ampunilah kelemahan-kelemahan kami dan buatlah kami memenuhi tujuan-tujuan kami.

“Sungguh, keindahan dan kebesaran sebuah mesjid hanya akan berguna ketika kami memenuhi kewajiban-kewajiban kami.”

Ketika kita membayar hak-hak ibadah kepada Tuhan, begitu juga hak-hak umat manusia, sehingga contoh praktek ajaran-ajaran Islam juga zahir dan orang-orang tertarik kepadanya.

Selama ratusan tahun umat Islam memerintah Spanyol, banyak mesjid indah telah dibangun.

Contohnya mesjid Kordoba, keindahannya mencengangkan. Ada banyak mesjid besar lainnya yang dibangun kemanapun umat Islam pergi, salah satunya di Granada.

Tetapi, ketika jiwa ajaran Islam yang benar hilang dari orang-orang yang meramaikan mesjid-mesjid, maka bangunan-bangunan ini di mana sebelumnya keesaan Tuhan ditinggikan, menjadi hancur atau diubah menjadi gereja.

Orang tercengang melihat keindahan dan kekuatan mesjid Kordoba yang tetap tidak berubah setelah berabd-abad.

Tapi sayang sekali, mesjid ini telah diubah menjadi gereja. Ketika umat Islam kehilangan jiwa agama mereka, mesjid-mesjid itu jatuh ke orang lain.

Segi yang utama bukanlah besarnya mesjid. Segi yang utama adalah jiwa agama orang-orang yang datang ke mesjid.

Tentu, kita harus membangun jiwa mesjid ini dengan kerja keras dan doa-doa supaya Tuhan terus membangkitkan orang-orang di antara kita yang membangkitkan jiwa ini supaya mesjid menjadi tauhid center hingga hari Kiamat.

Pada ayat kedua, «QS 2:129» yang dibaca pada awal khotbah, para nabi yang mulia tidak membatasi doa-doa hanya untuk diri mereka sendiri bahkan mereka memperluasnya untuk keturunan mereka dan generasi yang akan datang.

Sungguh ini adalah tatacara berdoa, pola pikir, dan perhatian orang-orang yang ingin sukses dari generasi ke generasi.

Dengan pendekatan ini, insyā' Allāh, kita akan sukses. Dengan doa kita, supaya keturunan kita tetap teguh dalam kesalehan, kita bisa mencapai tujuan didirikannya rumah Allāh ini.

Pengorbanan-pengorbanan kita akan diterima ketika di dalam jemaah ini terdapat dan ada orang-orang yang senantiasa menunaikan hak-hak Tuhan dan juga hak-hak manusia.

Kita perlu berdoa kepada Allāh, seperti yang dilakukan oleh para nabi, “Dan tunjukkanlah kepada kami tatacara ibadah kami.”

Tatacara ibadah dan pengorbanan ini dipahami melalui tuntunan Tuhan. Pengetahuan untuk memahaminya secara mendalam dipenuhi dengan karunia Allāh.

Memang, ṣalāt adalah salah satu bentuk ibadah kepada Tuhan. Tapi ada orang-orang yang beribadah, yang mengenainya Allāh menyatakan bahwa ṣalāt mereka akan dikembalikan kepada mereka dan akan menjadi sumber kehancuran mereka.

Seseorang harus berusaha dan megerjakan ṣalāt yang diterima Tuhan melalui karunia-Nya. Dalam kondisi itu, semua yang dilakukan demi Dia menjadi suatu bentuk ibadah meskipun itu adalah pengkhidmatan kepada manusia.

Kita hendaknya berdoa untuk keturunan kita dengan penuh kepedihan/keharuan. Kita bersumpah dalam pertemuan kita bahwa kita akan selalu siap melakukan setiap pengorbanan.

Kita juga perlu menanamkan jiwa ini kepada generasi kita yang akan datang. Tetapi, kita harus menyadari bahwa bersamaan dengan waktu bentuk pengorbanan berubah.

Ketika awal mula umat Islam datang ke Spanyol dan menyebar di sana, mereka melakukan jihad dengan pedang. Tetapi, pengorbanan di zaman ini adalah jihad dengan tabligh, yakni memberi pengorbanan untuk membangun/mendirikan mesjid.

Bentuk pengorbanan berubah sesuai keadaan.

Ḥaḍrat Ibrahim a.s. berdoa kepada Tuhan supaya diajari tatacara berkorban. Dan melalui doa ini, Tuhan memberikan petunjuk kepada kita secara prinsip bahwa pengorbanan harus diberikan sesuai dengan keadaan.

Kesalehan harus dijalankan untuk mencapai keriḍaan Allāh. Inilah kenapa Rasulullah saw. menyebutkan, amal terbaik bagi seseorang adalah mengerjakan ṣalāt taḥajjud dan bagi yang lainnya melakukan jihad.

Jadi, amalan yang di dalamnya kita lemah adalah amalan terbaik untuk kita, dan itulah tatacara ibadah yang paling tepat untuk kita, dan itulah pengorbanan yang tepat untuk kita.

Ibadah ini sangat menekankan untuk menyingkirkan kelemahan-kelemahan kita sendiri dan keturunan-keturunan kita.

Hendaknya selalu diingat bahwa kita tidak bisa mencapai standar tinggi ibadah semata-mata melalui usaha atau pengorbanan kita.

Itulah kenapa doa tersebut memohon dengan sangat “Dan terimalah taubat kami…”, supaya pengorbanan tersebut bisa membimbing pada pengorbanan selanjutnya, dan ibadah menjadi titik utama pemikiran kita.

Beruntunglah orang-orang yang: [1] mengikuti jalan ini; [2] berlindung kepada Tuhan dari segala kelemahan dan pelanggaran; dan, [3] berdoa dengan cara ini untuk keturunan mereka dan menanamkannya kepada mereka.

Kita harus menarik perhatian kepada menunaikan hak-hak manusia serta mengabaikan kebanggaan dan kesombongan. Kita harus menghindari kemalasan dalam ṣalāt.

Dan kapanpun ṣalāt tampak sulit untuk kita, kita harus mengerjakannya dengan kepedulian dan perhatian sebanyak itu.

Jika mengerjakan ṣalāt berjamaah adalah kelemahan kita, kita harus memperhatikannya.

Jika kita tidak menghormati hak-hak orang tua kita, kita harus mengerjakannya.

Jika kita tidak memenuhi hak-hak saudara, kita harus memberikan perhatian kepada hal itu.

Jika kita tidak menunaikan hak-hak tetangga kita, kita harus memperhatikannya dan menarik [hati] mereka kepada Ahmadiyah, Islam sejati.

Jika kita mengerjakan semua amalan ini, barulah kita bisa benar-benar meminta Tuhan untuk menerima taubat kita dan mengasihi kita.

Sungguh, kita harus memperlakukan orang lain dengan kasih sayang jika kita ingin Tuhan memperlihatkan kasih sayang kepada kita.

Ketika seorang yang beriman benar-benar memiliki ikatan dengan mesjid, pintu kebaikan yang baru [akan] terbuka untuknya dan dia menerima ampunan.

Hari ini, mesjid [di Valencia, Spanyol] yang telah dianugerahkan kepada kita oleh Tuhan ini, mesti menarik perhatian kita untuk berusaha mencapai standar tersebut.

Orang-orang [Islam Ahmadiyah] yang tinggal di daerah ini harus meramaikan mesjid ini, meramaikan mesjid ini dengan anak-anak mereka—insyā' Allāh.

Semoga Allāh menganugerahkan semua berkat tersebut yang terkait dengan mesjid dan semoga Dia menerima tobat serta mengampuni kelemahan-kelemahan!

«Ḥaḍrat Rasūlu'l-Lāh saw. bersabda, “Maukah Anda saya tunjukkan amalan yang dengannya Allāh menghapus kesalahan-kesalahan dan menghilangkan dosa-dosa?” Para Sahabat [r.a.] menjawab, “Tentu saja, ya Rasul Allāh.” Lalu beliau saw. bersabda, “(Yaitu), [i] menyempurnakan wuḍu pada keadaan tidak disukai, [ii] banyak melangkah ke mesjid, dan [iii] menunggu ṣalāt berikutnya setelah mengerjakan ṣalāt.”»

Dewasa ini, kita perlu melakukan jihad bi'n-nafs (jihad terhadap diri sendiri) dan jihad menyebarkan pesan Tuhan.

Dalam masyarakat sekarang ini, laki-laki adalah yang paling perlu melakukan jihad tersebut.

Hanya jihad itulah yang akan menyelamatkan kita dari penyakit sosial dan membuat kita mencapai karunia Ilahi dan menjaga kita serta keturunan kita, bebas dari keburukan dunia.

Hiasilah mesjid ini dengan ibadah yang tulus. Semoga Allah menjadikan mesjid ini tujuannya dan kita memenuhi tanggungjawab-tanggungjawab kita.

Sebuah mesjid yang dibiayai oleh Mesir dan Arab Saudi telah dibangun di provinsi [negara Spanyol] ini. Kekurangan mesjid yang karena tidak menerima [kedatangan] Almasīḥ Muḥammadi, hanya bisa dijelaskan oleh sebuah mesjid [yang didirikan oleh para] Ahmadi.

Kenyataan ini harus membuat setiap muslim Ahmadi jauh lebih sadar mengenai tanggungjawab yang [kian] meningkat. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk memenuhinya.

Terkait dengan fakta-fakta dan bentuk mesjid ini, mesjid [Baiturrahman Valencia] ini dibangun di atas lahan seluas 1350 kaki persegi dengan biaya 1,2 juta euro di mana kontribusi jemaah Spanyol adalah kecil. Jika ada kesulitan-kesulitan keuangan, janji tetap harus dihormati, tapi cara lain untuk berkontribusi adalah ikut serta dalam usaha tabligh.

Kapasitas hall disebutkan 259 orang, tapi hall-nya cukup besar. Fasilitas lainnya termasuk tujuh kantor, sebuah perpustakaan, toko buku, dan sebuah dapur yang bagus, sebuah gudang, dan sebuah technical room. Bangunan tersebut memiliki AC, sudah memiliki tempat tinggal, tapi telah diperluas dengan tiga kamar.

Sebuah surat kabar melaporkan bahwa tempat ibadah terbesar di provinsi tersebut telah menjadi kenyataan. Bagaimanapun, ini akan menjadi kenyataan ketika setiap orang dari kita menunaikan hak-haknya. Hal positif lainnya yang disebutkan di surat kabar adalah karena ketaatan mereka kepada Tuhan, Ahmadi menentang siapapun yang membunuh atas nama Tuhan.

Mesjid Baiturrahman Valencia memiliki dua ruangan serbaguna. Semoga mesjid ini menampilkan kesejatian ajaran Islam kepada orang-orang di daerah dan provinsi ini, dan semoga setiap Ahmadi memenuhi tanggungjawab-tanggungjawabnya.

Sebagian besar bantuan pembangunan mesjid datang dari Markas/Pusat. Bantuan teknis juga disediakan oleh Pusat. Insinyur senior kita, Tuan Chaudhry Ijaz, mengatur banyak pekerjaan serta melakukan analisa detail. Ia menurunkan biaya di tempat yang berlebihan tapi tanpa mengkompromikan standar.

Kondisi beliau tidak begitu baik dan menerima terapi dialysis mingguan, namun ia bekerja keras. Semoga Allāh memberikan ganjaran kepadanya dan menganugerahkan kepadanya kesehatan yang baik supaya ia bisa terus mengkhidmati Jemaat. [Āmīn].[]

-------oooOooo-------

Penerjemah: Mln. Fadhal Ahmad Nuruddin. Editor: Mln. Dildaar Ahmad Dartono. Penyunting ulang: Rahmat Ali (Kebayoran, «Kamis; 13:33, 11-Apr-2013»).
5 kliping pilihanku!: cara terbaik dalam beribadah dan pengorbanan #KhotbahJumat #FridaySermon #FSS20130329 Gambar diambil alislam.org . SAMBIL menunggu terjemahan dari summary khotbah jumat minggu lalu, berikut ini, saya postingkan petikan da...

2 comments:

  1. semoga Allah Swt mengembalikan Islam hakiki melalui Jemaat Masih Mauud as ini. Sinar Islam memancar dari Valencia, aamiin.

    ReplyDelete

< ◘ >

My Blog List

Blog Archive

Islam Ahmadiyya » Al Islam Updates

Andreas Harsono

IndoPROGRESS

MalesBanget.com

Ketawa.com

Movienthusiast

Fiksi Lotus