2013/04/05

perlunya seorang imam zaman #KhotbahJumat #FridaySermon #20130322

Gambar diambil dari Alislam.org.
PETIKAN dari Ringkasan dan Kutipan Khotbah Jumat Ḥuḍūr (Sayyidinā Ḥaḍrat Amīrul Mu'minīn Khalīfatu'l-Masīḥ V Mirzā Masrūr Aḥmad) atba. Tanggal 22 Maret 2013.

Topik: Perlunya Kedatangan Seorang Imam (Ḍarūratu'l-Imām).

Sumber: Alislam.org «http://tinyurl.com/c3krr4q» (Bahasa Inggris); download Bahasa Indonesia: «http://tinyurl.com/cxup4xg» PDF.

USAI mengucap dua kalimah syahadat, ta’awudz, dan Al-Qur'ān Sūrah (QS) al-Fātiḥah, Ḥuḍūr atba. mengutip sebuah gubahan syair Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s.:

“Inilah waktu Almasīḥ, dan tidak ada yang lain
“Andai aku tidak datang, orang lain pasti akan datang!”

Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd ‘alaihi's-salātu wa's-salām (a.s.) menyatakan dalam salah satu selebaran beliau:

“Sebagian orang yang bodoh berpikir bahwa saya berdusta menyatakan sebagai penerima wahyu.

“Ini tidak benar. Bahkan, ini terjadi melalui Tuhan Yang Mahakuasa, Yang telah menciptakan langit dan bumi serta alam semesta.

“Pada saat ketika keimanan kepada Tuhan berkurang, seseorang seperti saya diciptakan dan Tuhan berbicara kepadanya. Dan melaluinya, Tuhan menampakkan mukjizat-mukjizat-Nya. Begitu banyak, sehingga, orang memahami bahwa Tuhan memang ada.”

Ḥaḍrat Khalīfatu'l-Masīḥ V atba. bersabda bahwa pada tanggal 23 Maret 2013, adalah bertepatan dengan hari yang diperingati sebagai “Hari Masīḥ Mau’ūd”.

Berkaitan dengan hal ini, topik khotbah adalah mengenai kebenaran Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s., pertolongan dan dukungan Tuhan kepada beliau, perlunya seorang imam zaman, dan seruan Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. kepada umat Islam untuk menerima beliau—dengan kata-kata beliau sendiri.

Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. bersabda:

“KEJADIAN-kejadian di langit dan bumi yang merupakan sebuah tanda kedatangan Masih Mau'ud semuanya telah terjadi di masa saya.

“Beberapa waktu yang lalu, gerhana matahari dan bulan terjadi di bulan Ramaḍān, dan komet/meteor pun telah muncul. Gempa bumi juga telah datang, dan wabah juga telah merebak.

“Kristen telah menyebar ke seluruh dunia dengan kekuatan besar. Dan sebagaimana telah tertulis dalam atsar, saya telah disebut ‘kafir’ dengan sangat keras.

“Pendeknya. Semua tanda-tanda telah muncul, dan ilmu dan makrifat yang membimbing orang ke jalan lurus juga telah menjadi jelas.”

Mengenai kebenaran beliau, Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. menulis:

“Saya melihat bahwa orang yang mau mengikuti alam dan ‘hukum alam’ telah diberikan kesempatan bagus oleh Allāh Ta’ālā untuk menerima pendakwaan saya.

“Sebab, mereka tidak dihadapkan pada kesulitan-kesulitan seperti dialami oleh para penentang kita yang lain.

“Mereka tahu betul bahwa [Ḥaḍrat Nabi] Isa a.s. telah wafat. Dan pada saat yang sama mereka harus mengakui bahwa nubuwatan yang terdapat di dalam ḥadīts mengenai munculnya Almasīḥ Yang Dijanjikan adalah termasuk di antara yang mutawatir, yang tidak bisa diingkari oleh orang yang berakal.

“Jadi, mereka tidak punya pilihan lagi kecuali menerima bahwa Almasīḥ Yang Dijanjikan akan muncul dari antara umat Islam.

“Bagaimanapun, mereka berhak bertanya mengapa mereka harus meyakini saya sebagai Almasīḥ Yang Dijanjikan dan atas dasar apa menyatakan pendakwaan ini.

“Jawabannya adalah bahwa semua tanda-tanda yang disebutkan dalam Al-Qur'ān Karīm dan hadīts mengenai Almasīḥ Yang Dijanjikan semuanya terkumpul di dalam diri saya, pada masa saya, dan di negeri saya.

“Sebagai contoh, «masa, negeri, dan kota di mana Almasīḥ Yang Dijanjikan akan muncul, dan keadaan yang menuntut kedatangannya secara khusus, serta ilmu dan makrifat yang akan menjadi sifatnya», semuanya terdapat di dalam diri saya.

“Selain itu, dan untuk lebih memuaskan, saya telah dikuatkan dengan dukungan [tanda] samawi.”

{Syair bahasa Arab} “Karena aku telah diberi wewenang untuk umat Kristen,
“Maka, ‘Ibnu Maryam’—aku diberi nama.
“Langit sedang menampakkan tanda,
“Dan, bumi menyatakan bahwa ‘inilah masanya!’
“Kedua saksi ini berdiri teguh mendukungku.” (Kitābu'l-Bariyyah)

“[INI adalah] untuk menjelaskan, isyarat yang diberikan di dalam teks Al-Qur'ān Karīm membuktikan bahwa Ḥaḍrat Rasūlu'l-Lāh saw. muncul sebagai personifikasi Ḥaḍrat Mūsā a.s..

“Dan, bahwa rangkaian khilāfat setelah Ḥaḍrat Rasūlu'l-Lāh saw. akan sangat serupa dengan rangkaian khilāfat yang tegak setelah Ḥaḍrat Mūsā a.s., sebagaimana Mūsā a.s. dijanjikan bahwa pada Akhir Zaman.

“Yakni, ketika kenabian Bani Isrā'il akan mencapai akhirnya dan Bani Isrā'il terpecah-pecah dalam banyak sekte yang saling bertentangan satu sama lain, sebegitu rupa, sehingga sebagian akan mengkafirkan yang lain—Allāh Ta’ālā membangkitkan seorang khalifah, yaitu Nabi ‘Īsā a.s., guna mendukung syariat Mūsā a.s..

“Nabi ‘Īsā a.s. mengumpulkan domba-domba Isrā'il yang tercerai-berai, dan menyatukan domba dan serigala pada satu tempat, dan ia mengatasi perselisihan mereka dan menyingkirkan semua kebencian dan dengki.

“Begitu pula, orang serupa yang dijanjikan oleh «QS [al-Jumu’ah] 62:4» ‘Wa ākhorīna minhum lammā yalḥaqū bihim, wa huwa'l-‘azīzu'l-ḥakīm’—artinya, ‘Dan di antara kelompok lain dari antara mereka yang belum bergabung dengan mereka….’

“Banyak detail mengenai hal ini dijelaskan di dalam hadis. Sebagai contoh, disebutkan bahwa umat Islam akan akan terpecah dalam berbagai firkah seperti Yahudi.

“Mereka akan saling bertentangan dan menyatakan yang lain kafir. Dan kebencian dan permusuhan di antara mereka akan meningkat. Hingga saat Almasīḥ Yang Dijanjikan akan datang sebagai hakim.

“Ia akan menyingkirkan semua kebencian dan permusuhan. Pada masanya, serigala dan domba akan disatukan.

“Semua sejarawan mengetahui bahwa, pada waktu kedatangan Yesus a.s., firkah-firkah bani israil saling berselisih dan menyatakan satu sama lain sebagai bidah dan kafir.

“Saya juga muncul pada masa ketika perselisihan internal telah berlipat ganda dan setiap firkah telah mulai menyatakan yang lain kafir.

“Pada masa perselisihan semacam itu, umat muslim memerlukan seorang hakim. Karena itu, Tuhan telah mengutus saya sebagai seorang hakim.” (Catatan kaki pada “Kitābu'l-Bariyyah” dalam Rūḥānī Khazā'in Jilid XIII, halaman 254—257; The Essences of Islam Volume IV, halaman 62—65)

Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. juga menulis:

“INILAH kesamaan yang mengagumkan yang mengenainya Al-Qur'ān dan hadīts memberikan isyarat yang jelas, bahwa sebagaimana Yesus a.s. lahir pada abad keempatbelas, seribu tiga ratus tahun setelah Mūsā a.s..

“Begitu pula hamba yang lemah ini juga diutus oleh Allāh Ta’ālā pada abad keempatbelas.

“Nampak bahwa mengenai hal ini, para penerima kasyaf ditarik pada kenyataan bahwa kedatangan Almasīḥ Yang Dijanjikan akan terjadi pada abad keempatbelas.

“Allāh Ta’ālā telah mengisyaratkan hal ini dengan memberi saya nama Mirzā Ghulām Aḥmad Qādiyāni, sebab [nilai] nama [bahasa Arab مرزا غلام احمد] ini berjumlah 1300.

“Pendeknya, Al-Qur'ān Karīm dan hadīts membuktikan bahwa Almasīḥ yang akan datang itu bakal muncul pada abad keempatbelas dan akan datang pada masa perselisihan dan pertikaian di dalam Islam.”

ḤAḌRAT Masīḥ Mau’ūd a.s. bersabda bahwa Syaikh [Muḥyiddīn] Ibnu ‘Arabī r.h. telah menulis bahwa Almasīḥ Yang Dijanjikan akan lahir kembar. Kembarannya seorang perempuan.

Beliau juga menubuwatkan bahwa turunnya Almasīḥ Yang Dijanjikan adalah di China, yakni nenek moyangnya akan hidup di wilayah [kekuasaan] China.

Kehendak Ilahi menyempurnakan semua ini. Sebab, Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. dilahirkan kembar dengan seorang perempuan. Dan nenek moyang beliau tinggal di Samarkand yang bersekutu dengan Cina. (Kitābu'l-Bariyyah)

ḤAḌRAT Masīḥ Mau’ūd a.s. juga bersabda bahwa sesuai dengan Al-Qur'ān Karīm, sebuah pendakwaan sebagai utusan Tuhan hanya bisa dibuktikan ketika tiga segi membuktikannya.

Pertama, hal ini didukung oleh kesaksian yang pasti, jelas dan terang, bahwa pendakwaan itu tidak bertentangan dengan Kitab Allāh.

Kedua, argumentasi secara akalnya bisa dibuktikan dan benar.

Dan ketiga, tanda-tanda samawi mengesahkan sang pendakwa.

Beliau a.s. bersabda, pendakwaan beliau terbukti berdasarkan tiga argumen dan dalil ini.

Beliau bersabda bahwa hadīts Bukhārī menyatakan bahwa kedatangan Almasīḥ Yang Dijanjikan akan berbeda penampilannya dengan Almasīḥ yang terdahulu.

Ḥaḍrat Rasūlu'l-Lāh saw. melihat dalam kasyaf, Almasīḥ Yang Dijanjikan itu akan datang bertawaf di Ka’bah. Ia berkulit gandum dan rambut lurus.

Sementara, Almasīḥ Israili a.s. berkulit merah dan rambut keriting. Ini membuktikan bahwa Rasūlu'l-Lāh saw. menyatakan Almasīḥ yang akan datang sebagai orang yang berbeda dan akan termasuk dari antara orang-orang di mana ia akan datang.

Juga patut direnungkan bahwa bukan hanya Ḥaḍrat Rasūlu'l-Lāh saw. yang menyebutkan bahwa penampilan dua Almasīḥ yang berbeda.

Tapi, ketika menyebut mengenai Almasīḥ yang akan datang, ia berada di beberapa tempat, juga menyebutkan mengenai dajjal.

Ia tidak menyebutkan tentang dajjal ketika menceritakan perihal Almasīḥ Israili. Ini juga membuktikan bahwa ia menganggap ada dua ‘Isa ibnu Maryam.’

Poin penting lainnya adalah bahwa Yesus a.s. merupakan orang Suriah dan orang Suriah tidak berkulit gandum, sedangkan orang India berkulit gandum.

Sejarah Kristen juga memberitahu kita bahwa Yesus a.s. tidak berkulit gandum, tapi berkulit merah seperti orang Suriah. Bagaimanapun, kata-kata ḥadīts membuktikan bahwa penampilan Almasīḥ yang akan datang jelas tidak seperti orang Suriah. (Kitābu'l-Bariyyah)

ḤAḌRAT Masīḥ Mau’ūd a.s. bersabda bahwa jika para mullah pada zaman ini menilai dengan jujur, mereka pasti akan mengakui bahwa mematahkan salib secara metafora adalah tugas mujaddid abad keempatbelas.
Karena, inilah tugas yang dinisbahkan kepada Almasīḥ Yang Dijanjikan. Kesimpulan yang jelas adalah bahwa mujaddid abad keempatbelas adalah Almasīḥ Yang Dijanjikan.

Perbuatan-perbuatan tidak bermoral seperti minum alkohol dan dan zina sudah sangat umum di abad keempatbelas. Begitu juga kerusakan moral lainnya.

Bagaimanapun, jika merenungkan, orang akan mendapati bahwa alasan di balik tindakan-tindakan ini adalah ajaran yang berisi bahwa darah/nyawa seorang manusia telah menjadi tebusan berkaitan dengan perhitungan dosa.

Inilah alasan kenapa Eropa (Barat) yang paling buruk dalam melakukan dosa-dosa ini. Biasanya, karena pengaruh terus-menerus orang-orang ini, negara-negara lain juga telah menjadi lebih bebas.

Meskipun, jika orang-orang terbunuh oleh penyakit atau wabah menghancurkan mereka, pikiran mereka—bahkan tidak menganggap—bahwa ini mungkin adalah hukuman atas perbuatan-perbuatan mereka.

Ini karena ‘kecintaan kepada Tuhan’ telah menjadi dingin dan keagungan-Nya telah berkurang di dalam hati.

ḤAḌRAT Khalīfatu'l-Masīḥ V atba. bersabda bahwa bencana alam yang menimpa saat ini perlu diperhatikan. Kita juga mesti tertarik kepada doa mengenai hal ini dan orang-orang yang tidak beriman juga hendaknya berpikir tentang hal tersebut.

Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. bersabda bahwa sebagaimana kebebasan yang diberikan oleh konsep ‘penebusan dosa’ Kristen telah membuat orang- orang Kristen menjadi berani dalam semua tindakan tak bermoral.

Negara-negara lain juga terpengaruh oleh mereka. Ketidakbermoralan seperti penyakit menular. Jika seorang wanita saleh berteman dengan seorang wanita tak bermoral, dia mungkin tidak melakukan keburukan yang nyata, tapi hatinya akan terpengaruh.

Kecemburuan serta kasih Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan manusia dari pengaruh beracun ajaran Kristen, dan untuk mengungkapkan tipuan besar yang telah membuat seorang manusia menjadi Tuhan.

Karena keburukan ini telah mencapai puncaknya pada abad keempatbelas, karunia Ilahi menghendaki mujaddid abad keempatbelas menjadi orang yang mengerjakan “mematahkan salib”.

Sebab, seorang mujaddid itu adalah bagaikan seorang dokter. Dan, menjadi tugas seorang dokterlah untuk fokus membasmi penyakit yang paling dominan.
Jika benar bahwa “mematahkan salib” adalah tugas Almasīḥ Yang Dijanjikan, maka benar pula bahwa mujaddid abad keempatbelas yang tugasnya adalah “mematahkan salib” adalah Almasīḥ Yang Dijanjikan.

ḤAḌRAT Masīḥ Mau’ūd a.s. bersabda, bahwa di sini, pertanyaan alami yang muncul adalah bagaimana dan dengan sarana apa Almasīḥ akan melakukan “mematahkan palang salib”.

Apakah ini akan dilakukan dengan pertarungan dan peperangan, seperti yang diyakini para mullah penentang kita, atau dengan cara lain?

Keyakinan para mullah adalah yang paling keliru. Mengadakan peperangan benar-benar bertentangan dengan kedudukan Almasīḥ Yang Dijanjikan.

Justru, kedudukannya menghendaki supaya dia menyingkirkan semua keburukan melalui dalil-dalil akal, tanda-tanda samawi, dan doa.

Tuhan telah menganugerahkan senjata ini kepadanya, dan ketiganya punya kekuatan luarbiasa yang tidak akan ada lainnya yang bisa menandinginya.

Akhirnya, inilah bagaimana “mematahkan salib” akan dilakukan, dan keagungan salib akan hilang bagi orang-orang yang berpenglihatan tajam.

Berangsur-angsur, pintu luas untuk menerima keesaan Tuhan (tauhid) akan terbuka. Semua ini akan terjadi secara bertahap, sebab pekerjaan Tuhan adalah secara bertahap.

Kemajuan Islam di zaman awal adalah secara bertahap, dan di akhir zaman, Islam juga akan kembali kepada kedudukannya yang semula secara bertahap.

Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s. menulis:

“HENDAKNYA diingat bahwa kata ‘imam zaman’ meliputi semua nabi, rasul, muḥaddats, dan mujaddid. Tapi, orang yang tidak diutus oleh Tuhan untuk mendidik dan memberi petunjuk kepada makhluk Allah, tidak pula mereka diberi keunggulan semacam itu, tidak peduli walaupun mereka adalah walī atau pīr, tidak bisa disebut ‘imam zaman’.

“Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan: Siapakah imam di zaman ini yang semua umat Islam, semua orang suci, dan semua orang yang melihat mimpi-mimpi benar dan wahyu harus mengikutinya?

“Dengan ini, saya mendakwakan, tanpa keraguan apapun, bahwa, dengan rahmat dan karunia Allah, Dia telah menyatukan semua tanda dan isyarat ini di dalam dirik saya dan telah mengutus saya pada pergantian abad ini, yang darinya 15 tahun telah berlalu.

“Saya muncul saat semua ajaran Islam, tanpa kecuali, penuh dengan pertentangan. Begitu pula, berkaitan dengan turunnya Almasīḥ a.s., pandangan yang sangat keliru telah menyebar.

“Perselisihan begitu hebat sehingga sebagian mempercayai Yesus a.s. (masih) hidup, sedangkan yang lain meyakini beliau telah wafat; sebagian meyakini turunnya beliau dengan jasad kasar, sementara yang lain meyakini turunnya secara kiasan.

“Sebagian berpikir bahwa beliau akan turun di Damaskus, yang lainnya di Mekah, dan yang lain lagi di Yerusalem.

“Sebagian mengira beliau akan muncul di dalam tentara muslim, dan yang lainnya berpikir beliau akan turun di India.

“Semua keyakinan dan pernyataan yang bertentangan ini menghendaki seorang hakim untuk datang dan menghakimi di antara mereka. Dan sayalah hakim tersebut.

“Saya telah dikirim untuk mematahkan salib, dalam pengertian rohani, dan menyingkirkan perselisihan-perselisihan ini.

“Ini adalah dua alasan yang memerlukan kedatangan saya. Meskipun tidak perlu bagi saya mengadakan bukti lain—apapun untuk mendukung kebenaran saya.

“Sebab, ‘keperluan’ adalah bukti yang cukup, meski demikian Allāh Ta’ālā telah menampakkan banyak tanda untuk mendukung saya.

“Karena itu, sebagaimana saya adalah hakim untuk mengumumkan keputusan dalam segala perselisihan lainnya; begitu pula, saya adalah hakim dalam perselisihan mengenai hidup dan matinya Yesus a.s..

“Saya nyatakan bahwa pendirian yang diambil oleh Imam Malik r.h., Ibnu Hazm r.h., dan mu'tazilah adalah benar. Dan, saya meyakini bahwa semua ahli sunah lainnya salah.

“Karena itu, dalam kedudukan saya sebagai hakim, dengan ini, saya memberikan keputusan bahwa ahlussunah benar hanya sejauh berkaitan dengan keyakinan dasar mengenai turunnya Yesus.

“Sebab, beliau sudah ditetapkan untuk turun, sekalipun dalam pengertian rohani. Mereka telah keliru dalam hal cara turunnya. Sebab, itu adalah secara kiasan, bukan secara zahir/literal.

“Mengenai pertanyaan tentang wafatnya Yesus a.s., mu'tazilah, Imam Malik, Ibnu Hazm, dan orang-orang lainnya yang berpandangan sama, adalah benar.

“Sebab, menurut sumber yang jelas dari ayat beberkat ‘Tapi, setelah Engkau mewafatkan aku…’ (QS [al-Mā'idah] 5:118), Almasīḥ pasti telah wafat sebelum umat Kristen menjadi sesat.

“Ini adalah keputusan saya sebagai hakim. Orang yang tidak menerimanya, tidak menerima Dia yang telah mengutus saya sebagai hakim.

“Jika ditanyakan ‘Apa buktinya bahwa Anda adalah hakim?’, jawabannya adalah bahwa waktu yang ditetapkan untuk Hakim tersebut adalah saat ini.

“Begitu pula orang-orang yang pandangan kelirunya tentang salib mesti diralat oleh hakim. Tanda yang akan muncul untuk mendukung hakim telah muncul, dan terus muncul. Langit memperlihatkan tanda begitu pula bumi. Beberkatlah orang yang matanya tidak tertutup.” (Ḍarūratu'l-Imām, halaman 39—41)

Beliau a.s. juga menulis:

“PARA penentang saya hendaknya merenungkan di dalam hati mereka bahwa jika saya adalah Almasīḥ Yang Dijanjikan, apakah diperbolehkan bahwa, hanya demi seorang raja, mereka mencaci maki dan mengutuk seseorang yang Rasūlu'l-Lāh saw. telah menggambarkannya sebagai salah satu tangan beliau dan kepadanya beliau saw. telah mengirimkan salam, dan yang beliau sebut hakim, pemberi keputusan, imam dan wakil Tuhan?

“Hendaknya, mereka menahan amarah mereka dan merenungkan, bukan demi saya, tapi demi Tuhan dan rasul-Nya saw.:

“Apakah perlakuan semacam itu kepada orang yang mendakwakan semacam itu adalah benar? Saya tidak ingin memperpanjang hal ini, sebab kasus saya melawan Anda ditunda di Langit.

“Jika saya adalah orang yang sama yang telah dijanjikan melalui bibir suci Rasulullah saw., maka Anda telah berdosa, bukan terhadap saya tapi terhadap Tuhan.

“Seandainya tidak disebutkan di dalam ḥadīts bahwa dia akan dianiaya dan dikutuk. Anda tidak akan berani menganiaya saya seperti yang telah Anda lakukan. Tapi, adalah perlu bahwa semua yang ditakdirkan dan ditetapkan oleh Tuhan, dan yang masih bisa ditemukan di dalam kitab-kitab Anda mesti sempurna, dan supaya Anda terbukti bersalah.

“Anda membaca kitab-kitab tersebut dan kemudian dengan terus menyatakan saya kafir dan mengutuk saya, Anda meneguhkan bahwa Anda adalah musuh Langit sejenisnya yang akan menyatakan ‘Mahdi seorang kafir’ dan menentang Almasīḥ.

“Saya telah mengundang Anda berkali-kali untuk datang kepada saya supaya keraguan Anda disingkirkan. Tapi, tidak ada di antara Anda yang maju ke depan.

“Saya mengundang setiap orang untuk sebuah keputusan akhir tapi tidak ada seorangpun yang memberikan perhatian.

“Saya menyarankan supaya Anda berdoa kepada Tuhan dan memohon kepada- Nya dengan airmata supaya Dia mengungkapkan kebenaran kepada Anda. Tapi, Anda tidak melakukan apapun dan bersikeras dalam penentangan Anda.

“Sungguh, Tuhan telah berfirman mengenai saya: Seorang juru ingat telah datang ke dunia dan dunia tidak menerimanya, tapi Tuhan akan menerimanya dan akan menyatakan kebenarannya dengan serangan-serangan yang dahsyat.

“Apakah mungkin bahwa seseorang itu benar, tetapi tetap dihancurkan? Apakah mungkin bahwa seseorang dari Tuhan tapi dibinasakan?

“Hai manusia, jangan menentang Tuhan. Inilah masalah yang Tuhan telah tetapkan demi Anda dan demi agama Anda.

“Maka, jangan meletakkan rintangan-rintangan di hadapannya. Anda mungkin berdiri teguh di hadapan petir, tapi Anda tidak punya kekuatan untuk menentang Tuhan.

“Jika semua ini adalah pekerjaan manusia, tidak ada serangan Anda yang diperlukan. Tuhan sendiri yang akan menghancurkan saya.

“Sayang! Langit memberikan kesaksian tapi Anda tidak mendengar.

“Bumi meneriakkan, ‘Seseorang diperlukan, seseorang diperlukan!’ Tapi, Anda tidak memperhatikan.
“Hai, orang-orang yang sial! Bangkit dan lihatlah bahwa pada waktu kesulitan ini, Islam telah diinjak-injak di bawah telapak kaki dan telah difitnah seperti penjahat.

“Islam telah dianggap termasuk golongan pendusta dan telah dituliskan termasuk di antara yang tidak suci. Maka, tidakkah kecemburuan Tuhan bangkit pada saat semacam itu?

“Maka, pahamilah bahwa Langit sedang didekatkan dan hari-hari itu telah dekat, ketika setiap telinga akan mendengar pernyataan ‘Aku ada’.” (“Kitābu'l-Bariyyah”, Rūḥānī Khazā'in Jilid XIII, halaman 228—330; The Essences of Islam Volume IV)

ḤUḌŪR atba., selanjutnya, menyampaikan kabar duka tentang wafatnya Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad. Ia adalah pengkhidmat Jemaat dalam waktu lama.

Ia wafat pada 16 Maret lalu dalam usia 79 tahun. Ayah dan kakeknya adalah sahabat dari Ḥaḍrat Masīḥ Mau’ūd a.s..

Ia secara pribadi mewakafkan hidupnya pada 1949. Ia mengambil “B.Sc.”nya pada 1953, kemudian “M.Sc.”nya di Matematika dari Lahore.

Pengkhidmatan pertamanya kepada Jemaat adalah di kantor Taḥrik-e-Jadīd. Ia kemudian berkhidmat di Wakālat Māl, lalu di San’at-wa-Tijārah, kemudian kembali ke Taḥrik-e-Jadīd.

Dari 1972 hingga 2001, Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad berkhidmat sebagai Wakīlu'l-Māl, dan dari 2001 sampai wafat, ia sebagai Wakīlu't-Ta’līm.

Pengkhidmatannya kepada Jemaat mencapai 57 tahun.

Almarhum meninggalkan tiga putra dan dua putri. Istrinya pun telah mengkhidmati Jemaat, dan berkata bahwa Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad selalu mengutamakan pekerjaan Jemaat di atas pekerjaan rumah.

Apa pun yang terjadi, Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad akan selalu meminta nasihat dari khalīfah-i-waqt.

Ia selalu berkata bahwa seorang yang mewakafkan hidupnya (waqaf zindegi) tidak pernah meminta apa pun. Anak-anaknya berkata, ketika mereka tumbuh, ia tidak pernah membiarkan mereka punya perasaan bahwa sebagai waqif zindegi, kekayaannya terbatas.

Ḥuḍūr atba. pernah bekerja dengan Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad selama delapan tahun di kantor Wakālat Māl dan banyak belajar darinya.

Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad sangat ahli dalam menyusun anggaran. Ketika Ḥuḍūr atba. menjadi Nāẓir A’lā, sikap Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad yang sebelumnya lebih tinggi (kedudukannya) menjadi sangat hormat, dan setelah menjadi khalifah, penghormatan Chauḍrī Mubārak Muṣlīḥ Dīn Aḥmad kepada Ḥuḍūr atba. sangat meningkat.

Semoga Allah meninggikan kedudukan Almarhum. آمـــين...!![]

-------oooOooo-------

Penerjemahan: Mln. Fadhal Ahmad Nuruddin. Editor: Mln. Dildaar Ahmad Dartono. Disunting ulang oleh: Rahmat Ali.
5 kliping pilihanku!: perlunya seorang imam zaman #KhotbahJumat #FridaySermon #20130322 Gambar diambil dari Alislam.org . PETIKAN dari Ringkasan dan Kutipan Khotbah Jumat Ḥuḍūr (Sayyidinā Ḥaḍrat Amīrul Mu'minīn Khalīfat...

No comments:

Post a Comment

< ◘ >

My Blog List

Blog Archive

Islam Ahmadiyya » Al Islam Updates

Andreas Harsono

IndoPROGRESS

MalesBanget.com

Ketawa.com

Movienthusiast

Fiksi Lotus