2013/05/24

surat Prof. Franz Magnis-Suseno SJ kepada Appeal of Conscience Foundation

Fotonya 'ngambil dari Flickr (Flickr.com/photos/salihara)
via Komunitas Salihara.
The Caveat of Prof. Franz Magnis-Suseno SJ to ACF*

Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year’s World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.

This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.

How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations tha make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono’s presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a “human right extremist” (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those – still few – radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

Franz Magnis-Suseno SJ

--
Terjemahannya:

Bapak-bapak dan Ibu-ibu dari Appeal of Conscience Foundation (ACF),

Saya seorang pendeta Katolik dan profesor filosofi di Jakarta. Di Indonesia kami baru saja mengetahui bahwa Anda akan memberikan penghargaan World Statesman tahun ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena prestasinya dalam bidang toleransi beragama.

Ini sangat memalukan, memalukan untuk Anda. Hal ini mendiskreditkan segala klaim yang Anda buat sebagai sebuah institusi dengan niat-niat moral.

Bagaimana Anda bisa mengambil keputusan ini tanpa bertanya pada masyarakat Indonesia yang concerned? Semoga Anda tidak mengambil keputusan ini atas dasar dorongan dari oknum-oknum pemerintah atau lingkaran presiden.

Apakah Anda tidak tahu mengenai bertambah-sulitnya umat Kristiani untuk mendapatkan izin membangun tempat beribadah, mengenai meningkatnya penutupan paksa banyak gereja, mengenai bertambahnya regulasi-regulasi yang mempersulit kaum minoritas untuk beribadah; yang berujung kepada intoleransi yang meningkat di masyarakat?`

Dan khususnya, apakah Anda tidak pernah mendengar mengenai perilaku memalukan dan berbahaya oleh kelompok-kelompok ekstrim terhadap yang mereka bilang “aliran sesat” seperti komunitas Ahmadiyah, dan Syi’ah, dan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak melakukan dan mengatakan apa pun untuk melindungi mereka? Ratusan dari mereka, di bawah kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono telah terusir dari rumah mereka, dan tinggal di tempat-tempat tidak layak seperti gelanggang olahraga, bahkan sudah ada orang-orang Ahmadiyah dan Syi’ah yang terbunuh (jadi pertanyaannya apakah kondisi Indonesia akan menurun seperti kondisi di Pakistan dan Irak (akibat Presiden G. W. Bush) di mana setiap bulannya ratusan warga Syi’ah dibunuh atas motivasi agama?

Apakah Anda tidak tahu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 8 ½ tahun jabatan, tidak pernah mengatakan sekali pun kepada rakyat Indonesia, bahwa mereka harus menghargai kaum minoritas? bahwa ia telah menghindari tanggung jawab atas kekerasan yang meningkat terhadap warga Ahmadiyah dan Syi’ah?

Sekali lagi, siapa yang Anda mintakan informasi sebelum mengambil keputusan ini? Apa yang menjadi motivasi Anda dalam memberikan penghargaan untuk toleransi beragama ini kepada Presiden, yang sangat jelas kurang keberanian dalam melakukan kewajibannya untuk melindungi minoritas?

Saya harus menambahkan bahwa saya bukan ekstrimis, bahkan bukan ekstrimis HAM (kalau itu ada). Saya hanya tertegun atas kemunafikan yang luar biasa ini. Anda main ke tangan para ekstrimis – yang masih sedikit – yang ingin membersihkan Indonesia dari yang mereka anggap sesat dan kafir.

Franz Magnis-Suseno SJ

--
Rilis: {23 Mei 2013, 16:37}
Link: http://apaja.wordpress.com/2013/05/23/letter-of-franz-magnis-suseno-sj-to-acf/
Akses: {09:25 24-Mei-2013}.
5 kliping pilihanku!: surat Prof. Franz Magnis-Suseno SJ kepada Appeal of Conscience Foundation Fotonya 'ngambil dari Flickr  ( Flickr.com/photos/salihara ) via Komunitas Salihara . The Caveat of Prof. Franz Magnis-Suseno SJ to ...

No comments:

Post a Comment

< ◘ >

My Blog List

Blog Archive

Islam Ahmadiyya » Al Islam Updates

Andreas Harsono

IndoPROGRESS

MalesBanget.com

Ketawa.com

Movienthusiast

Fiksi Lotus