2013/05/08

hari ini duapuluh tahun lalu, Marsinah dibunuh #buruh #HAM


Sumber: Facebook.com Husni K. Effendi; rilis: 8-Mei-2013, 08.46 WIB; akses: {09:25, 08-Mei-2013}.

HARI ini, duapuluh tahun lalu, Marsinah dibunuh, dia adalah buruh pabrik P.T. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Berawal ketika Marsinah mengajak kawan-kawannya untuk mogok kerja selama tiga hari, berdasarkan tuntutan kesejahteraan.

Hal ini bermula dari surat edaran Gubernur Jatim agar pengusaha menaikkan upah duapuluh persen saat itu, yang tidak direspon oleh pihak perusahaan.

Pemogokan benar-benar terjadi. Buruh menolak menggerakkan mesin.

Tentara turun tangan, berjaga di kawasan pabrik dengan mengokang senapan.

Tigabelas buruh penggerak aksi mogok digelandang ke Kodim Sidoarjo. Diinterogasi & dipaksa tandatangan surat pengunduran diri.

Marsinah meradang, rasa solidaritasnya terusik. Malam hari, 5 Mei 1993, dia datangi Kodim Sidoarjo tempat kawan-kawannya ditahan.

Itu malam terakhir jejak Marsinah terlacak. Hingga 9 Mei 1993, jasadnya kemudian ditemukan mengenaskan di tepi hutan Wilangan, Nganjuk-Jawa Timur.

Siapa pembunuh Marsinah? Tak pernah jelas. Kasus ini pernah dibawa di forum HAM internasional di Wina, dibuka lagi oleh Komnas HAM tahun 2002, tapi tidak pernah tuntas.

Salah satu yang berusaha mengungkap kasus ini adalah Munir Said Thalib, yang kurang lebih juga bernasib sama. Bedanya, Munir meninggal diracun, 7 September 2004 silam. Hampir serupa, dalang pembunuhnya juga belum terungkap.

Kini, bekas pabrik Marsinah sudah lenyap tertimbun lumpur Lapindo. Kasusnya pun terancam menguap.[]

(Diintisarikan dari twitter mbak @lilikhs)
5 kliping pilihanku!: hari ini duapuluh tahun lalu, Marsinah dibunuh #buruh #HAM Sumber: Facebook.com   Husni K. Effendi ; rilis: 8-Mei-2013, 08.46 WIB; akses: {09:25, 08-Mei-2013}. HARI ini, duapuluh tahun lalu, Marsi...

No comments:

Post a Comment

< ◘ >

My Blog List

Blog Archive

Islam Ahmadiyya » Al Islam Updates

Andreas Harsono

IndoPROGRESS

MalesBanget.com

Ketawa.com

Movienthusiast

Fiksi Lotus